INFO DESA

Workshop Penyusunan Peraturan Desa Penanggulangan Bencana Dorong Terwujudnya Desa Tangguh Bencana
07 Januari 2026   39 kali

Lawang, Malang – Siap Siaga Kondusif bekerja sama dengan BNPB Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang Penanggulangan Bencana pada 6–7 Januari 2026 di Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Pemerintah Desa dalam menyusun regulasi kebencanaan sebagai landasan menuju Desa Tangguh Bencana.

Workshop diikuti oleh peserta dari lima kabupaten, yakni Lumajang, Pacitan, Pasuruan, Malang, dan Madura dari masing-masing Kabupaten diwakili 2 Desa. Dari Kabupaten Lumajang, terdapat dua desa yang terlibat aktif dalam program ini, yaitu Desa Sidorejo dan Desa Bondoyudo.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang dan diawali dengan sambutan dari Ibu Suti’ah selaku Koordinator Program Siap Siaga Kondusif. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penyusunan Perdes Penanggulangan Bencana menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan program, memastikan kegiatan kebencanaan Desa memiliki payung hukum, serta mendorong replikasi praktik baik di wilayah lain.

Workshop ini menghadirkan sejumlah pengisi acara sekaligus narasumber yang berkompeten di bidang pemerintahan desa dan kebencanaan, Ibu Suti’ah sebagai Koordinator Program Siap Siaga Kondusif, Zainudin DPMD Kabupaten Malang, Dwi Poernomo, S.STP, M.HP DPMD Provinsi Jawa Timur, Bandi BPBD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Habibi BPBD Provinsi Jawa Timur

Para narasumber memberikan penguatan materi terkait peran strategis Perdes sebagai legal standing Desa Tangguh Bencana, termasuk pengaturan kelembagaan seperti SK Relawan dan Forum Penanggulangan Bencana Desa, serta jaminan pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan kebencanaan.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, bina suasana, pemaparan dasar hukum dan sistematika penyusunan Perdes, diskusi perumusan Perdes Penanggulangan Bencana, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan post-test. Metode pembelajaran yang digunakan bersifat partisipatif, inklusif, dan berkeadilan, dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.

Workshop ini juga mengintegrasikan proses Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) yang mengacu pada tiga pilar utama program, yaitu Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API), GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), serta Keadilan Ekologis. Hasil pendampingan sebelumnya, seperti analisis GEDSI dan pemetaan risiko bencana secara inklusif, diharapkan dapat terlembagakan dalam dokumen Perdes dan perencanaan pembangunan desa.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa-Desa peserta mampu menyusun Peraturan Desa Penanggulangan Bencana yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Kembali